Rabu, 17 Januari 2018

INILAH PENDIDIKAN NEGERIKU



Trivanila Noviza

Pendidikan merupakan ujung tombak pembangunan suatu bangsa. Pembangunan pendidikan sudah dilaksanakan sejak Indonesia merdeka. Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan salah satu sarana dalam peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, bidang pendidikan memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh dari pemerintah, para praktisi pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat.
Peningkatan mutu pendidikan tidak lepas pula dengan peran pemuda sebagai agent of change dalam suatu negara. Artinya pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan suatu bangsa sehingga menuntut para pemuda untuk terus meningkatkan kapasitasi diri dan berperan aktif di berbagai sendi kehidupan masyarakat.
Namun ada hal yang cukup mengkhawatirkan. Pamela Nilan, seorang guru besar di Universitas Newcastle, Australia, baru-baru ini melakukan penelitian tentang sikap pemuda Indonesia melihat masa depan. Hasil penelitian Pamela cukup mengejutkan: sebagian besar pemuda, khususnya dari klas sosial di bawah, menganggap masa depan mereka sangat suram. Salah satu penyebabnya adalah mahalnya biaya pendidikan.
Anak muda dari kelas sosial bawah, kata Pamela, cenderung melihat bahwa kurangnya uang,  akses, kesempatan dan sumber daya sebagai hambatan untuk meraih kesuksesan mereka. Sementara bagi anak muda dari klas atas, hambatan itu justru terletak pada sifat negatif dari diri mereka sendiri. Survei ini dilakukan terhadap ribuan pemuda di Jakarta, Bali, Solo, Jogjakarta, Banjarnegara, Lombok, Flores, Sorowako dan Sumatra Barat. Bagi para pemuda itu, masa depan mereka akan lebih baik jika berkesempatan mengakses tingkat pendidikan yang lebih baik.
Ini tentu saja merupakan sesuatu yang mengkhawatirkan. Kita sulit bermimpi mengenai Indonesia yang lebih baik di masa depan, jika sebagian besar pemuda terperangkap dalam ‘pesimisme’ dan kehilangan harapan. Dengan demikian, seharusnya kita menyadari, membangun jembatan ke masa depan adalah dengan membangun pemuda dan cita-citanya. Kegagalan ini tidak jatuh dari langit. Kita punya sumber daya yang melimpah. Akan tetapi, kita gagal memanfaatkannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa—sesuai amanat pembukaan UUD 1945.
Disisi lain, akses pendidikan dan tenaga pendidik yang tidak merata di seluruh Indonesia. Setiap daerah di Indonesia belum mendapat perlakuan yang sama dalam pemerataan pendidikan. Akses pendidikan di kota-kota besar sangat berbeda dengan akses pendidikan yang kita dapati di daerah-daerah. belum lagi kisah guru di pelosok minta pindah ke kota, sehingga sedikitnya jumlah tenaga guru di pelosok. Tidak hanya itu, tingkat pemahaman masyarakat yamg rendah terhadap pendidikan di daerah juga merupakan faktor penting penyebab rendahnya mutu SDM yang berdampak pada kualitas anak bangsa di daerah seperti wawasan ilmu pengetahuan dan sebagainya. Oleh karena ini, perlu adanya kesadaran dikalangan masyarakat.
Pemberian pemahaman kepada masyarakat, peningkatan mutu pendidikan dan SDM tentu tidak lepas dari peran kita sebagai agent of change yang akan memberikan terobosan – terobosan baru tehadap peningkatan kualitas pendidikan dan SDM demi perubahan bangsa ke arah yang lebih maju. Indonesia butuh kita!

Kamis, 15 September 2016

Detak Juang dalam Ikhtiar : Part 1-Radar

Part 1
Radar

Kutemukan suatu waktu
Yang menjadi pelengkap sebuah bait
Bait skenario yang ku punya
DariNya yang segaja diperuntukkan untukku

Sekali-kali ku menatap jendela
Gemuruh hujan bersuara pada genting bambu
Percikan air membatasi pandanganku
Embunnya membias dibalik jendela

Sesekali ku katakan tidak lagi
Pada masa silam
Mencoba mengetuk pintu rumah tak berpenghuni
Sirna ditelan malam

Aku hanya yakini
Pada segenggam skenario
Disana terdapat seuntai harapan
Namun tidak pada siapapun
Melainkan padaNya

Senin, 29 Agustus 2016

Kegagalan atau Pembelajaran

Kekeliruan adalah pintu gerbang penemuan. Begitulah yang dikatakan salah satu novelis terkenal dari Irlandia, James Joyce.

Pernah tidak terfikir oleh kita  para ilmuan terkenal hingga ia menghasilkan suatu produk, ternyata ia mengalami berkali-kali kegagalan hingga ia menemui keberhasilan?
Thomas Alfa Edison salah satu contoh yang ilmuan yang sudah tidak asing lagi dibenak kita. Butuh 10.083 kali percobaan hingga ia menghasilkan lampu pijar. Jika saja pada percobaan 10.082 ia menyerah, gimana kondisi bumi saat ini? Mungkin masih menggunakan pelita sebagai penerangan.
Lantas apakah pak Thomas kemudian berkata "aku menemui kegagalan sebanyak 10.082 ...?" Pak Thomas sendiri paham betul 10.082 adalah cara bagaimana agar lampu tidak menyala. So we say it as knowledge.

Allah punya cara bagaimana hidup ini lebih bermakna. Dia tidak pernah mengajarkan hambanya untuk gagal, tetapi memberikan pengetahuan baru bahwa tidak ada kata gagal, melainkan pembelajaran baru. Karena sesungguhnya kita hanya butuh waktu yang tepat untuk menemui keberhasilan. Keberhasilan versi kita masing-masing.

Selasa, 17 Maret 2015

PEMILIHAN DUTA PENDIDIKAN KALIMANTAN BARAT 2015



Tema Kegiatan            : Cerahkan Cakrawala Pendidikan dengan Menerbitkan Generasi
  Cendikiawan yang Pedagogik, Berjiwa Sosial dan Berkarakter
Tempat                        : Kampus FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak
Pendaftaran                 : 1-20 April 2015
Pelaksanaan                 : TM                            : 21 April 2015
  Karantina                  : 24-26 April dan 1-2 Mei 2015
                                      Wawancara               : 3 Mei 2015
                                       Final                         : 9 Mei 2015

Adapun  tujuan pelaksanaan Duta Pendidikan FKIP Untan adalah sebagai berikut.

  1. Menciptakan ikon mahasiswa sebagai calon pendidik yang memiliki perhatian tinggi terhadap dunia pendidikan, cerdas, pedagogik, berjiwa sosial, berkarakter dan berdaya saing pada tuntutan zaman.
  2. Menciptakan duta pendidikan yang akan menyampaikan pesan-pesan dan motivasi pendidikan bagi minimal lingkungan terdekatnya.
  3. Meningkatkan silahturahmi antar mahasiswa sebagai duta pendidikan dengan semangat persaingan sehat dan profesional.


KETENTUAN UMUM DUTA PENDIDIKAN 2015

  1. Peserta adalah perwakilan dari Himpunan Mahasiswa (Hima) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura.
  2. Biaya pendaftaran sebesar Rp 150.000,00/orang.
  3. Peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Duta Pendidikan 2015 seperti technical meeting, karatina, seleksi wawancara, gladi bersih dan final.
  4. Pada saat hari pelaksanaan, peserta diharapkan datang 15 menit selambat-lambatnya sebelum acara dimulai.
  5. Peserta wajib menggunakan kostum layaknya guru seperti menggunakan sepatu pantofel/PDH (putra-putri), dan untuk peserta putri model rambut dicobel atau diikat satu (yang tidak menggunakan kerudung), selebihnya diberikan kebebasan bagi semua peserta untuk mengkreasikan semenarik mungkin namun tetap menjaga etika dalam berpakaian pada saat final pemilihan Duta Pendidikan 2015.
  6. Juri terdiri dari 4 orang, yakni 2 orang dosen dan 2 mahasiswa berprestasi asing-masing mempunyai tugas dalam memberikan keputusan, khsusnya mengenai kriteria penilaian yakni kognitif (intelektual atau kecakapan menjawab), afektif (sikap dan gaya bicara), dan psikomotorik (penampilan, catwalk, ekspresi, dan kostum).
  7. Setiap pos pada saat seleksi wawancara, peserta diberikan waktu durasi menjawab selama 10 menit tiap posnya.
  8. Kriteria pemenang pertama tidak selamanya satu utusan karena penilaian bersifat perindividu.
  9. Peserta wajib berkelakuan baik atau beretika selama kegiatan berlangsung.
  10. Tiap peserta duta pendidikan 2015 diwajibkan menampilkan bakat masing-masing dengan durasi penampilan maksimal 5 menit. Perlengkapan yang dibutuhkan pada saat penampilan bakat disediakan oleh peserta.
  11. Pemenang berdasarkan keputusan juri dan tidak dapat diganggu gugat.
  12. Segala ketentuan dan peraturan yang telah berlaku harus ditaati serta tidak dapat di ganggu gugat.
  13. Setiap peserta diwajibkan membuat tulisan dengan tema “Pendidikan dengan Pendekatan Saintifik“ minimal 100 kata dan penulisan sesuai aturan penulisan karya tulis. Pengumpulan paling lambat tanggal 2 Mei 2015. (diprint out)
  14. Setiap peserta diwajibkan membuat 1 pertanyaan yang mengenai seputar dunia pendidikan. Pertanyaan tersebut ditulis dikertas A4 dan dikumpulkan pada tanggal 2 Mei 2015.

Pontianak,  24 April 2015


Panitia PRP 2015





   A.    TINDAK LANJUT
Dengan terpilihnya duta pendidikan maka tindak lanjut (follow up) yang akan di laksanakan oleh para duta adalah sebagai berikut:
1.      Duta pendidikan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dalam lingkup pendidikan di kota Pontianak yang melibatkan seluruh peserta duta pendidikan  bekerjasama dengan BEM FKIP Untan khususnya kementerian pendidikan.
2.      Duta pendidikan secara otomatis menjadi pengarah sekaligus penasihat untuk acara duta pendidikan tahun depan.
   B.     PESERTA
Peserta adalah mahasiswa aktif dengan kriteria:
  1. Minimal semester 2 dan maksimal semester 4 dengan di buktikan oleh fotokopi KTM pada saat pendaftaran.
  2. Peserta merupakan utusan dari Hima dan setiap Hima maksimal WAJIB mengutus 1 pasang(1 putra dan1 putri).
  3. Bersedia mengikuti aturan yang telah d tetapkan oleh panitia.
  4. Memiliki IPK ≥ 3,00 dengan dibuktikan oleh fotokopi transkip nilai
  5. Menyertakan pas foto berwarna  ukuran 4X6 sebanyak 3 lemba.
   C.     PENILAIAN
Sistem penilaian pemilihan Duta Pendidikan 2015 adalah sebagai berikut :
  1. Proses penjurian dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap karatina, seleksi dan final.
  2. Penilaian berdasarkan kesesuaian yang telah menjadi syarat yang ditentukan oleh panitia
  3. Babak final dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2015 bertempat di gedung Anex Universitas Tanjungpura dari semua peserta dipilih 10 besar untuk masuk pada tahap kedua, yaitu sesi pertanyaan dengan model undian, dan untuk 5 besar yaitu sesi pertanyaan dari dewan juri hingga terpilih Duta Pendidikan 2015.

LOMBA ARTIKEL NASIONAL PEKAN RAYA PENDIDIKAN 2015



Tema        : Kesiapan Pendidikan Indonesia untuk Berperan Aktif dalam Masyarakat Ekonomi Asean
Subtema   : 
1. Pengaruh Kurikulum Nasional terhadap Pendidikan
2. Implementasi dan Sosialisasi Kurikulum Nasional untuk Memperbaiki Sistem Pendidikan
3. Pendekatan Saintifik untuk Peserta Didik


KETENTUAN
A. KETENTUAN UMUM
1.      Peserta merupakan mahasiswa aktif baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia.
2.      Peserta merupakan perseorangan (bukan tim)
3.      Setiap peserta hanya diperkenankan mengirimkan satu karya terbaiknya yang merupakan tulisan yang diangkat dari hasil penelitian baik bidang pendidikan atau hasil kajian analisis kritis.
4.      Peserta wajib mendaftarkan diri dengan cara mengirim pesan singkat dengan format: ArtNasUNTAN_Nama_Universitas _Judul Artikel ke 085750749280 dan membayar biaya  pendaftaran sebesar Rp 75.000,00 dengan cara transfer ke bank Mandiri Nomor Rekening 146-00-0695709-1 A/n Lamtiar Sihombing
5.       Peserta yang telah melakukan pembayaran  wajib konfirmasi melalui pesan singkat (SMS) ke 085750749280
6.      Peserta wajib mengisi dan mengirimkan formulir pendaftaran*
7.      Setiap peserta wajib menyerahkan foto 3x4 berwarna, hasil scanning Kartu Tanda Mahasiswa masing-masing sebanyak 1 (satu) lembar dan hasil scan tanda bukti transfer biaya pendaftaran.
8.      Artikel yang dikirimkan merupakan karya orisinil peserta bukan merupakan jiplakan, saduran, kompilasi maupun terjemahan dari karya sejenis.
9.      Pengumpulan berkas via email paling lambat 16 April 2015 dalam bentuk pdf dengan format nama file Artnas2015_NAMA_ASAL UNIVERSITAS­­_JUDUL ARTIKEL (3 KATA PERTAMA) dikirim ke alamt email : artnasprpfkipuntan@yahoo.com
10.  Pengiriman berkas dapat dilakukan maksimal sampai pukul 23.59 WIB.
11.  Karya yang dikirim tidak diperkenankan sedang berpartisipasi dalam lomba sejenis, belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan serupa  dan merupakan karya yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
12.  Artikel yang diterima redaksi akan direview oleh tim ahli dalam bidangnya untuk menentukan kelayakan muatan artikel tersebut.
13.  Setiap karya yang terdaftar menjadi hak dan wewenang panitia.
14.  Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

B. KETENTUAN TAMBAHAN
1.      Daftar nama 10 karya terbaik akan di umumkan pada tanggal 25 April 2015 di (http://prpfkipuntan.blogspot.com/) dan akan dikonfirmasi melalui SMS.
2.      10  karya yang terpilih  berhak mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karyanya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universtas Tanjungpura Kalimantan Barat untuk memperebutkan juara 1, 2, 3,4, dan 5
3.      Saat presentasi peserta diwajibkan membawa soft file presentasi dalam bentuk Slide Show Presentation Microsoft Power Point dan hard copy 4 eksemplar.
4.      Penginapan dan konsumsi 10 Pemenang tersebut akan ditanggung oleh pihak panitia.
5.      5 karya terbaik akan mendapatkan uang tunai, piala, sertifikat,  dan  paket wisata :
a.      Juara 1-5  : uang tunai + piala + sertifikat + paket wisata + bingkisan
b.      Juara 6-10 : sertifikat + paket wisata + bingkisan

C. PELAKSANAAN

            Terakhir 18 April 2015                     Pengumpulan Karya
            25 April 2015                                     Pengumuman Karya
            8 Mei 2015                                          Presentasi 10 Karya Terbaik
            9 Mei 2015                                          Field Trip
            10 Mei 2015                                        Penutupan

SISTEMATIKA PENULISAN

1.      Artikel yang ditulis bertemakan “Kesiapan Pendidikan Indonesia untuk Berperan Aktif dalam Masyarakat Ekonomi Asean”.
2.      Naskah diketik 1,5 spasi pada kertas A4 dengan menggunakan jenis dan ukuran huruf “Times New Roman 12″, dengan margin  3 kiri, 3 atas, 2 kanan dan 2 bawah.
3.      Bagian karya tulis terdiri atas :
a.         Cover yang memuat : Judul (Bahasa Indonesia atau Inggris) maksimal 12 kata, nama penulis , nama dan logo perguruan tinggi asal dan tahun penulisan.
b.         Abstrak (miniatur isi bukan pengantar isi) 40-75 kata.
c.         Pendahuluan (tanpa subjudul)
d.         Isi (subjudul-subjudul yang sesuai dengan pembahasan)
e.         Penutup
f.          Daftar rujukan (berisi pustaka yang dirujuk dalam uraian lomba)
4.      Cara mengutip hendaknya menurut model Harvard contoh : Fulan (2012:123) menyatakan “................”, dan tidak dibenarkan mengutip secara bertetangga seperti : Fulan dalam Zaid (2010: 456) menyatakan “.................”
            5.  Diketik sepanjang minimal 1000 dan maksimal 1200 kata.
6          6. Artikel diketik dalam kaidah tata Bahasa Indonesia baku dengan tata bahasa dan ejaan yang 
                disempurnakan, sederhana, jelas dan mengutamakan istilah yang mudah dimengerti. Artikel
                tidak boleh menyinggung unsur SARA, menjual produk, dan provokasi negatif
7          7. Bahasa Indonesia yang benar, kriteria penilaian naskah: kesesuaian judul, isi, dan maksud
                tulisan, nilai manfaat karya tulis, dan dapat diaplikasikan.

* ketentuan dan formulir pendaftaran dapat didownload disini