Kamis, 15 September 2016

Detak Juang dalam Ikhtiar : Part 1-Radar

Part 1
Radar

Kutemukan suatu waktu
Yang menjadi pelengkap sebuah bait
Bait skenario yang ku punya
DariNya yang segaja diperuntukkan untukku

Sekali-kali ku menatap jendela
Gemuruh hujan bersuara pada genting bambu
Percikan air membatasi pandanganku
Embunnya membias dibalik jendela

Sesekali ku katakan tidak lagi
Pada masa silam
Mencoba mengetuk pintu rumah tak berpenghuni
Sirna ditelan malam

Aku hanya yakini
Pada segenggam skenario
Disana terdapat seuntai harapan
Namun tidak pada siapapun
Melainkan padaNya

Senin, 29 Agustus 2016

Kegagalan atau Pembelajaran

Kekeliruan adalah pintu gerbang penemuan. Begitulah yang dikatakan salah satu novelis terkenal dari Irlandia, James Joyce.

Pernah tidak terfikir oleh kita  para ilmuan terkenal hingga ia menghasilkan suatu produk, ternyata ia mengalami berkali-kali kegagalan hingga ia menemui keberhasilan?
Thomas Alfa Edison salah satu contoh yang ilmuan yang sudah tidak asing lagi dibenak kita. Butuh 10.083 kali percobaan hingga ia menghasilkan lampu pijar. Jika saja pada percobaan 10.082 ia menyerah, gimana kondisi bumi saat ini? Mungkin masih menggunakan pelita sebagai penerangan.
Lantas apakah pak Thomas kemudian berkata "aku menemui kegagalan sebanyak 10.082 ...?" Pak Thomas sendiri paham betul 10.082 adalah cara bagaimana agar lampu tidak menyala. So we say it as knowledge.

Allah punya cara bagaimana hidup ini lebih bermakna. Dia tidak pernah mengajarkan hambanya untuk gagal, tetapi memberikan pengetahuan baru bahwa tidak ada kata gagal, melainkan pembelajaran baru. Karena sesungguhnya kita hanya butuh waktu yang tepat untuk menemui keberhasilan. Keberhasilan versi kita masing-masing.